Metyr Rilis EP Perdana “Metyr”: Debut Atmosferik dari Ranah Post-Black Metal Bandung
Metyr Rilis EP Perdana “Metyr”: Debut Atmosferik dari Ranah Post-Black Metal Bandung
Bandung, Mei 2026 — Band asal Bandung, Metyr, resmi mengumumkan perilisan EP debut self-titled bertajuk “Metyr” yang dijadwalkan meluncur pada 11 Juni 2026. EP ini menghadirkan tiga lagu, yaitu “Altar”, “Unbroken”, dan “Haze”, sebagai langkah awal band dalam mengeksplorasi perpaduan post-black metal atmosferik, blackgaze, shoegaze, dan post-rock.
Metyr dibentuk oleh Bryan Arkan (gitar), Ferdian G. Maulana (gitar/vokal), Naufal Ikhsan (bass), dan Haekal Badjeber (drum). Mereka menghadirkan warna musik yang berakar pada post-black metal dan blackgaze, namun tidak membatasi diri pada pakem genre tersebut. Melalui EP perdana ini, Metyr memperkenalkan arah artistik yang menitikberatkan pada atmosfer, emosi, dan eksplorasi suara.

Tracklist EP “Metyr”
- Altar
- Unbroken
- Haze
Mengutamakan Kejujuran Emosional
Salah satu karakter utama Metyr adalah pendekatan mereka terhadap penciptaan musik. Band ini lebih mengedepankan kejujuran emosional dan kerentanan artistik dibandingkan kompleksitas teknis semata. Setiap komposisi dirancang untuk menyampaikan ide, suasana, dan pengalaman secara autentik tanpa terikat tren maupun ekspektasi tertentu.
Pendekatan tersebut memberi ruang bagi Metyr untuk mengeksplorasi berbagai inspirasi musikal, mulai dari post-rock yang melankolis hingga nuansa black metal yang gelap dan atmosferik. Hasilnya adalah karya yang terdengar introspektif, luas, dan penuh dinamika.
Proses Penulisan Lagu
Proses kreatif Metyr umumnya dimulai dari ide gitar yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Bryan, Naufal, atau Ferdian. Dari riff-riff awal tersebut, lagu berkembang secara organik hingga menjadi komposisi utuh. Pendekatan ini memungkinkan setiap anggota memberi kontribusi pada arah emosional dan atmosferik musik mereka.
DIY ProductionMixing & Mastering Internal
Seluruh proses produksi, termasuk mixing dan mastering, ditangani secara internal oleh Naufal Ikhsan dan Haekal Badjeber. Keputusan ini memperkuat komitmen band untuk menjaga kendali kreatif penuh terhadap identitas suara Metyr.
Pengaruh Musik yang Beragam
Metyr menyerap inspirasi dari berbagai musisi, baik dari dalam maupun luar ranah black metal. Perpaduan pengaruh tersebut membentuk karakter musikal yang kaya dan berlapis. Pendengar dapat menemukan elemen shoegaze yang melayang, struktur post-rock yang sinematik, hingga intensitas black metal yang emosional.
Kombinasi ini menunjukkan ambisi Metyr untuk menjelajahi wilayah musik baru tanpa kehilangan inti atmosferik dan emosional yang menjadi fondasi mereka.
Rencana Pertunjukan Langsung
Untuk merayakan perilisan EP debut ini, Metyr berencana menghadirkan pertunjukan langsung yang mencerminkan sifat intim dan minimalis dari karya rekaman mereka. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan mendalam bagi para penonton.
Tentang Metyr
| Asal | Bandung |
|---|---|
| EP Debut | Metyr |
| Rilis | 11 Juni 2026 |
| Genre | Post-black metal, blackgaze, shoegaze, post-rock |
| Personel | Bryan Arkan, Ferdian G. Maulana, Naufal Ikhsan, Haekal Badjeber |
Dengan perilisan “Metyr”, band ini membuka babak baru sebagai salah satu nama yang patut diperhatikan dalam skena post-black metal Indonesia. EP debut tersebut kini tersedia di berbagai platform streaming digital bagi pendengar yang mencari pendekatan baru dan introspektif dalam musik atmosferik modern.
Metyr resmi merilis EP debut self-titled “Metyr” pada 11 Juni 2026. Berisi lagu “Altar”, “Unbroken”, dan “Haze”, EP ini memadukan post-black metal, blackgaze, shoegaze, dan post-rock atmosferik.





Leave a Reply