Sagetih Kembali dengan “Parasit Demagogi”, Kritik Tajam Lewat Death Metal Brutal

Unit death metal asal Jatinangor, Sumedang, Sagetih, resmi kembali meramaikan skena musik ekstrem setelah sempat hiatus selama kurang lebih satu dekade. Band yang berdiri sejak tahun 2010 ini sebelumnya dikenal dengan nama Ziarah Underblood, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan identitas baru yang lebih merepresentasikan visi dan kedekatan antar personelnya.

Nama Sagetih sendiri memiliki makna mendalam yang merepresentasikan darah dan persaudaraan. Bagi mereka, band ini bukan sekadar proyek musik, melainkan sebuah keluarga yang terikat kuat secara emosional. Secara musikal, Sagetih dikenal dengan karakter sound yang brutal, cepat, dan gelap, mengangkat tema-tema berat seperti penderitaan, konflik batin, hingga kehancuran moral. Hal tersebut tercermin dalam karya-karya mereka seperti “Enchepaltis Infection” dan “Nafsu Birahi”, yang menampilkan pendekatan death metal agresif dengan nuansa lirik yang konfrontatif.

Di tahun 2026, Sagetih menandai kembalinya mereka melalui single terbaru berjudul “Parasit Demagogi”. Lagu ini menjadi kritik keras terhadap praktik demokrasi tanpa fondasi yang dinilai melahirkan berbagai persoalan, mulai dari penyebaran hoaks, praktik jual-beli suara, hingga retorika kosong yang jauh dari substansi. Melalui rilisan ini, Sagetih kembali menegaskan identitas mereka sebagai band yang tidak hanya menghadirkan intensitas musikal, tetapi juga pesan sosial yang tajam dan relevan dengan kondisi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *