Pitfall Kembali Setelah 12 Tahun, Rilis Maxi-Single “Selepas Badai” dan “Samsara”
Bandung, 2026 — Setelah menjalani hibernasi selama kurang lebih 12 tahun, Pitfall, unit metalcore lawas asal Bandung, akhirnya kembali ke sirkuit musik keras dengan membawa energi serta perspektif baru. Comeback ini ditandai melalui maxi-single berisi dua lagu, “Selepas Badai” dan “Samsara”, yang dirilis melalui Disaster Records pada 5 September 2026.
Rilisan terbaru Pitfall hadir dalam format kaset pita dan dilengkapi merchandise. Kehadiran maxi-single tersebut sekaligus menjadi penanda kembalinya Pitfall setelah lebih dari satu dekade meninggalkan panggung dan pergerakan musik keras.
Bukan Sekadar Nostalgia
Kembalinya Pitfall tidak dibangun sebagai upaya untuk mengulang masa lalu. Setelah melewati perjalanan panjang selama 12 tahun, band ini memilih hadir dengan perspektif yang lebih matang.
“Selepas Badai” dan “Samsara” menjadi representasi dari perjalanan tentang waktu, perubahan, kehilangan, pertarungan personal, serta keberanian untuk kembali berdiri setelah melewati badai.
Melalui rilisan ini, Pitfall mencoba menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu tidak harus menjadi sesuatu yang terus diulang, tetapi dapat menjadi fondasi untuk melihat perjalanan dari sudut pandang yang berbeda.
“Selepas Badai”, Refleksi Setelah Kehancuran
Lagu “Selepas Badai” menjadi salah satu titik utama dalam comeback Pitfall. Lagu ini berbicara mengenai apa yang tersisa setelah sebuah kehancuran, sekaligus proses menghadapi luka dan menerima berbagai konsekuensi yang muncul dari perjalanan hidup.
Lebih jauh, “Selepas Badai” membawa pesan mengenai usaha untuk menemukan kembali alasan untuk terus berjalan setelah melewati fase yang tidak mudah.
Dalam lagu ini, Pitfall juga menggandeng Andika Surya, vokalis dari Collapse dan Alice, untuk mengisi departemen vokal. Kolaborasi tersebut memberikan warna tambahan pada karakter musik Pitfall dalam fase baru mereka.
“Samsara” Membawa Perjalanan yang Lebih Dalam
Sementara itu, “Samsara” hadir sebagai sebuah karya instrumental yang bergerak ke wilayah yang lebih dalam dan reflektif.
Seperti makna konsep samsara yang berkaitan dengan siklus kehidupan, lagu ini menggambarkan pengulangan, perjalanan, dan pergulatan manusia dalam menghadapi lingkaran kehidupan yang seolah tidak pernah berakhir.
Jika “Selepas Badai” berbicara tentang apa yang tersisa setelah melewati kehancuran, “Samsara” menjadi ruang untuk merenungkan perjalanan dan siklus yang membawa seseorang kembali pada titik-titik tertentu dalam kehidupan.
Kedua lagu tersebut kemudian membentuk satu kesatuan yang menggambarkan posisi Pitfall saat ini: sebuah band yang kembali setelah perjalanan panjang, membawa pengalaman dari masa lalu tetapi melihatnya melalui sudut pandang baru.

Jembatan Menuju EP Terbaru Pitfall
Maxi-single “Selepas Badai” dan “Samsara” bukan sekadar rilisan comeback. Kedua lagu tersebut menjadi jembatan menuju EP terbaru Pitfall yang saat ini tengah dipersiapkan dan akan dirilis pada waktu mendatang.
Artinya, kembalinya Pitfall bukan hanya sebuah momen sesaat. Maxi-single ini menjadi langkah awal menuju babak baru perjalanan mereka di skena metalcore dan musik keras Indonesia.
Bersama Disaster Records, Pitfall membuka kembali satu bab yang sempat tertutup selama lebih dari satu dekade. Namun, kali ini mereka tidak datang untuk mengulang cerita lama.
Mereka datang untuk melanjutkan cerita yang sempat terhenti.
“This is not a reunion. This is a continuation.”
Dengan “Selepas Badai” dan “Samsara”, Pitfall menegaskan bahwa 12 tahun bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, waktu tersebut menjadi bagian dari proses yang membawa mereka kembali dengan perspektif baru, pengalaman yang lebih panjang, dan cerita yang masih ingin disampaikan.




Leave a Reply