Bring Me The Horizon Rilis “Dehumanized”, Kembali ke Era Deathcore Lewat Album Count Your Blessings | Repented

Band metal asal Inggris, Bring Me The Horizon (BMTH) kembali mengejutkan para penggemarnya dengan merilis single terbaru berjudul “Dehumanized”. Lagu ini menjadi penghormatan terhadap era awal perjalanan mereka sebagai band deathcore sekaligus menjadi pembuka menuju perilisan album spesial Count Your Blessings | Repented, yang dibuat untuk merayakan 20 tahun album debut legendaris mereka.

Melalui proyek ini, Bring Me The Horizon tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga memperkenalkan kembali karakter brutal yang pernah menjadi identitas mereka di pertengahan era 2000-an.

“Dehumanized” Hadir dengan Nuansa Deathcore Klasik

Single “Dehumanized” langsung menarik perhatian karena membawa kembali atmosfer agresif yang mengingatkan pada sound Bring Me The Horizon sekitar tahun 2006. Riff gitar yang berat, vokal penuh amarah, hingga komposisi yang intens membuat lagu ini terasa seperti perjalanan kembali ke masa awal karier mereka.

Sebelum dirilis secara resmi, lagu tersebut sempat diperkenalkan melalui sejumlah video teaser di media sosial. Video tersebut menampilkan suasana mencekam dengan konsep ruang penyiksaan bergaya industrial, lengkap dengan nuansa horor psikologis yang memperkuat identitas visual lagu.

Melalui siaran pers, “Dehumanized” disebut sebagai lagu yang mempertahankan agresivitas dan kekacauan khas materi awal BMTH, namun dipadukan dengan kualitas produksi modern yang mencerminkan perkembangan musikal mereka selama dua dekade terakhir.

Rayakan 20 Tahun Album Count Your Blessings

Perilisan “Dehumanized” menjadi bagian dari proyek Count Your Blessings | Repented, yaitu album yang berisi rekaman ulang penuh dari Count Your Blessings, album debut Bring Me The Horizon yang pertama kali dirilis pada tahun 2006.

Album spesial ini menghadirkan versi baru dari sejumlah lagu ikonik seperti:

  • Pray for Plagues
  • Black & Blue
  • Slow Dance
  • Liquor & Love Lost, yang kini kembali menggunakan judul kerja aslinya, Dragon Slaying

Sementara itu, “Dehumanized” menjadi lagu baru yang menutup keseluruhan album dan menjadi satu-satunya materi baru dalam proyek tersebut.

Oli Sykes Ingin Mempertahankan Karakter Asli Tahun 2006

Meski seluruh lagu direkam ulang menggunakan teknologi produksi masa kini, vokalis Oli Sykes menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukanlah membuat album terdengar seperti rilisan metal modern.

Sebaliknya, Bring Me The Horizon ingin menghadirkan versi terbaik dari suara yang mereka miliki pada tahun 2006.

“Kami tidak ingin album ini terdengar seperti band-band masa kini. Kami ingin membuat versi terbaik dari bagaimana musik itu terdengar pada tahun 2006,” ungkap Oli Sykes.

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen BMTH untuk tetap mempertahankan karakter asli album debut mereka, sekaligus memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih maksimal bagi penggemar lama maupun pendengar baru.

Nostalgia yang Dikemas dengan Produksi Modern

Selama dua dekade terakhir, Bring Me The Horizon dikenal sebagai salah satu band yang paling berani bereksperimen, mulai dari deathcore, metalcore, elektronik, hingga alternative rock. Namun melalui Count Your Blessings | Repented, mereka memilih kembali ke akar musik yang membesarkan nama band tersebut.

Kehadiran “Dehumanized” menjadi bukti bahwa BMTH masih mampu menghadirkan musik ekstrem dengan energi yang sama brutalnya seperti masa awal karier mereka, namun dibalut kualitas produksi yang jauh lebih matang.

Bagi para penggemar lama, proyek ini menjadi nostalgia yang sangat dinantikan. Sementara bagi pendengar baru, album ini menawarkan kesempatan untuk mengenal kembali era paling berat dalam sejarah musik Bring Me The Horizon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *