37 Tahun Berkarya, GRAUSIG Hadirkan Teror Baru Lewat “Chant Of Blight”

GRAUSIG Rilis “Chant Of Blight”: Evolusi Death Metal Indonesia di Era Digital

Perkembangan platform digital telah mengubah cara masyarakat menikmati musik. Di tengah arus modernisasi ini, banyak musisi mulai beradaptasi dengan distribusi digital untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Tidak hanya genre populer, musik ekstrem seperti death metal juga ikut merambah dunia digital, meninggalkan ketergantungan pada distribusi fisik dan memperluas eksistensinya secara global.

Salah satu nama yang kembali menegaskan eksistensinya adalah GRAUSIG. Band pionir death metal asal Indonesia ini kembali meramaikan industri musik dengan karya terbaru mereka. Terbentuk di Jakarta sejak 1989, GRAUSIG telah menorehkan perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade, dengan berbagai rilisan mulai dari album penuh, mini album, hingga single.

Setelah merilis single “Litani Agoni” pada Agustus 2025, GRAUSIG kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Chant Of Blight”. Proses kreatif di balik single ini tidaklah singkat. Band ini menggabungkan berbagai referensi serta respons dari rilisan sebelumnya untuk menciptakan komposisi yang lebih matang dan solid.

“Chant Of Blight”, yang dapat diartikan sebagai mantra kehancuran, menjadi kelanjutan naratif dari “Litani Agoni”. Lagu ini mengangkat kisah kelam tentang sosok yang diliputi dendam mendalam terhadap takdir pahit. Dendam tersebut berkembang menjadi obsesi yang mendorongnya untuk melampaui batas kehidupan, bukan demi kedamaian, melainkan untuk menjadi perwujudan penderitaan bagi mereka yang telah melakukan pengorbanan keji.

Dalam proses produksinya, GRAUSIG kembali mempercayakan tahap mixing kepada Yuda di K-Studio. Sementara itu, mastering dikerjakan oleh Dan Randall di Mammoth Sound Mastering, Amerika Serikat, guna memastikan kualitas audio yang maksimal dan siap bersaing di kancah internasional.

Dengan perjalanan panjang sejak 1989, GRAUSIG terus menunjukkan konsistensi dan dedikasi mereka dalam berkarya. Single “Chant Of Blight” dijadwalkan rilis pada Jumat, 17 April 2026, bersamaan dengan peluncuran video musiknya di kanal YouTube resmi mereka, “Grausig Channel”, serta tersedia di berbagai platform digital.

Melalui rilisan terbaru ini, GRAUSIG berharap dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi skena musik metal Indonesia sekaligus menjangkau pendengar global. “Chant Of Blight” menjadi bukti bahwa musik death metal Indonesia tetap relevan dan mampu berkembang di tengah era digital yang semakin kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *