Teriak Dari Selatan Gaungkan Perlawanan Lewat Single Terbaru “Hitam”
Sukabumi, Juni 2026 – Band rock asal Sukabumi, Teriak Dari Selatan, kembali menyuarakan keresahan sosial melalui karya terbaru mereka. Trio yang dikenal dengan lirik-lirik reflektif ini resmi merilis single “Hitam”, sebuah lagu yang mengangkat isu represivitas politik, demokrasi, hingga perjuangan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Dirilis pada 26 Juni 2026, “Hitam” menjadi salah satu karya paling berani dari Teriak Dari Selatan. Lagu ini terinspirasi oleh semangat keluarga korban pelanggaran HAM yang selama bertahun-tahun terus memperjuangkan keadilan melalui aksi Kamisan. Dengan pendekatan musikal yang lebih matang, mereka menghadirkan kritik sosial dalam balutan hard rock modern yang emosional dan penuh energi.
Kolaborasi Bersama Vhal Rasyid
Dalam penggarapan single ini, Teriak Dari Selatan menggandeng solois asal Sukabumi, Vhal Rasyid, yang memberikan warna baru melalui karakter vokalnya yang lembut namun penuh penghayatan.
Perpaduan vokal tersebut dengan riff gitar yang agresif, permainan drum yang dinamis, serta lirik puitis menjadikan “Hitam” sebagai lagu yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga memiliki pesan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

Lagu yang Terinspirasi dari Perjuangan Mencari Keadilan
Menurut vokalis Rizki Januar, lagu ini lahir dari kegelisahan para personel terhadap meningkatnya tindakan represif, penyalahgunaan kekuasaan, serta semakin sempitnya ruang kebebasan masyarakat sipil.
Inspirasi utamanya datang dari keteguhan keluarga korban pelanggaran HAM yang terus menyuarakan tuntutan keadilan tanpa mengenal lelah.
“Kami melihat keberanian luar biasa dalam keteguhan mereka berdiri setiap hari Kamis, mengingatkan bahwa keadilan adalah hak yang tidak boleh hilang ditelan waktu, dan tidak mundur dihadang ancaman,” ujar Rizki Januar.
Melalui lagu ini, Teriak Dari Selatan berharap musik dapat menjadi media refleksi sekaligus pengingat bahwa suara masyarakat tetap memiliki arti dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Aransemen Hard Rock yang Lebih Variatif
Selain menghadirkan tema yang lebih kuat, “Hitam” juga menunjukkan perkembangan dari sisi musikalitas.
Drummer Rafi mengungkapkan bahwa permainan drum pada lagu ini dibuat lebih dinamis dibanding materi sebelumnya yang terdapat dalam EP Panduan Menuju Selatan.
“Kalau di EP Panduan Menuju Selatan saya lebih agresif, tapi di single ini dinamika drumnya lebih variatif.”
Secara keseluruhan, lagu ini memadukan karakter hard rock klasik, sentuhan alternative rock modern, serta dinamika permainan yang memberikan ruang emosional lebih luas tanpa kehilangan energi khas Teriak Dari Selatan.
Aransemen lagu dipercayakan kepada Jamil Hasyani, yang juga bertindak sebagai produser. Sentuhan produksinya mampu memperkuat atmosfer lagu sekaligus menonjolkan pesan kritik sosial yang menjadi benang merah dari “Hitam”.
Musik Sebagai Bentuk Perlawanan dan Refleksi
Bagi Teriak Dari Selatan, musik memiliki fungsi lebih dari sekadar hiburan. Mereka percaya bahwa musik mampu menjadi media untuk menyampaikan gagasan, membangun kesadaran, hingga membuka ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh bassis Melvern.
“Skill is dead, musik rock itu sejatinya mengusik jiwa-jiwa yang merasa nyaman, dan membangunkan orang-orang pesimis.”
Pernyataan tersebut menjadi gambaran arah baru perjalanan musikal Teriak Dari Selatan yang semakin konsisten menggunakan musik sebagai medium kritik sosial.
Diproduksi di Sukabumi, Siap Menggema di Platform Digital
Proses rekaman “Hitam” dilakukan pada awal tahun 2026 di Roomour Studio, Sukabumi.
Produksi dipimpin oleh Jamil Hasyani sebagai produser, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Firza Asusila. Hasilnya adalah sebuah lagu dengan karakter rock yang tetap kasar dan jujur, namun memiliki kualitas produksi modern yang siap bersaing di berbagai platform streaming digital.
Sejak dirilis pada 26 Juni 2026, “Hitam” telah tersedia di seluruh layanan musik digital dan dapat dinikmati oleh para pendengar di berbagai platform.
Tentang Teriak Dari Selatan
Terbentuk pada tahun 2021, Teriak Dari Selatan merupakan trio rock asal Sukabumi yang menggabungkan pengaruh hard rock, alternative rock, dan grunge dalam setiap karyanya.
Band ini dikenal melalui lirik-lirik yang dekat dengan realitas sosial, dipadukan dengan energi panggung yang eksplosif dan aransemen yang kuat. Lewat setiap rilisannya, Teriak Dari Selatan berupaya menghadirkan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk berpikir lebih kritis terhadap berbagai fenomena di sekitarnya.
Melalui “Hitam”, mereka kembali menegaskan bahwa musik rock masih memiliki ruang sebagai media untuk menyuarakan keresahan, membangun kesadaran, dan menjaga harapan akan masa depan yang lebih adil.




Leave a Reply