BESIDE RILIS ALBUM TERBARU, TEGASKAN KONSISTENSI HAMPIR 3 DEKADE DI SKENA METAL INDONESIA
Band metal asal Bandung, Beside, resmi merilis album terbarunya yaitu Legion sebagai penanda eksistensi yang tetap kokoh setelah hampir tiga dekade berkarya meski kerap bergonta-ganti punggawanya. Album ini sekaligus menjadi rilisan penuh ketiga setelah Against Ourselves (2007) dan Eleven Heroes (2015), dengan jarak waktu hampir satu dekade. Pada tahun 2022, Beside juga sempat merilis album kompilasi hits mereka dalam versi akustik yaitu Almighty God (2022). Namun, pada album Legion ini Beside kembali ke jalur mereka dengan rentetan lagu metal-hardcore yang layak untuk disimak!
Berasal dari kawasan Ujungberung—yang dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya band metal berkualitas di Indonesia—Beside telah menjadi pionir dalam mengembangkan musik metal-hardcore sejak berdiri pada 1997. Di saat skena metal Indonesia didominasi death metal, black metal, dan thrash metal pada era 1990-an, Beside hadir dengan pendekatan musikal yang berbeda dan konsisten hingga saat ini.
Album Legion ini mulai dikembangkan sejak 2023 dan memasuki proses rekaman pada Agustus 2025 dan akan dirilis oleh sebuah label rekaman metal anyar asal Jakarta yaitu AMPS Records Indonesia. Album initerdiri dari sembilan lagu, yaitu “Ressurection”, “Silent The Enemy”, “Bloodroots”, “Spilled Blood”, “Last Four Rising”, “Deathless”, “Defiance”, “Absolute Insanity”, dan “Still Remain”. Album ketiga ini seluruhnya menggunakan lirik berbahasa Inggris, berbeda dengan beberapa lagu pada album sebelumnya yang menggunakan judul berbahasa Indonesia. Secara musikal, Beside tetap mempertahankan karakter metal-hardcore dengan gitar agresif yang tetap melodius, permainan drum yang rapat, serta vokal scream dan scrawl yang intens.

“Pada album ini kami ingin lebih berbeda dari album pertama dan kedua. Pada album ini juga kami tidak terlalu banyak memiliki referensi apapun, karena kami tidak ingin terlalu terpengaruh dari genre atau band apapun,” terang Achmad Rustandi yang akrab disapa “Beby” menjelaskan tentang konsep album ketiga Beside.
Dari sisi lirik, Beside kembali menampilkan gaya khas mereka yang sarat metafora dan terbuka untuk berbagai interpretasi. Pendekatan ini mengingatkan pada karya-karya sebelumnya, termasuk single kontroversial “Aku Adalah Tuhan” (2007) atau “Tuhan dan Setan” (2014), yang mempertegas identitas mereka sebagai band dengan narasi yang kuat dan berlapis sebagai kritik terhadap persoalan moral dan sosial.

“Lewat album ini kami ingin meperkuat ‘tentara terpilih’ layaknya suatu legiun yang ada dalam tubuh si Beside ini. Makanya kami juga mengambil tema lebih banyak menggunakan idiom ‘darah’,” ujar Beby sebagai satu-satunya personil orisinil Beside.
Tema besar dalam album ini berpusat pada idiom “tentara terpilih” atau Legion, yang merepresentasikan solidaritas internal band. Pilihan tema ini juga tercermin dalam penggunaan simbol “darah” pada sejumlah judul lagu, sebagai metafora atas perjuangan, loyalitas, dan ketahanan.
Album ini juga menandai formasi terbaru Beside yang terdiri dari Achmad Rustandi (drum), Aldy Manopo (vokal), Trie Afrizal (bass), Muhammad Firdaus Merandi (gitar), dan Roy Nat Siregar (gitar). Meski dikenal kerap mengalami pergantian personel, Beside tetap menunjukkan konsistensi musikal dan identitas yang kuat.
Sepanjang kariernya, Beside telah meraih sejumlah apresiasi, termasuk penghargaan Best Album dari Rolling Stone Indonesia pada 2015, serta masuk dalam daftar Best 10 Indonesian Metal Album versi Metal Hammer dari Inggris.
Melalui album terbaru ini, Beside menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam skena metal Indonesia—band yang tidak hanya bertahan, tetapi terus relevan, solid, dan konsisten dalam identitas musikalnya.




Leave a Reply