Jangan Marah Bila Kubilang Kau Sakit Jiwa

Kampus IKJ memang tak bisa lepas dari citra musisi bertalenta, sebut saja Naif, Club 80s, The Upstairs, hingga yang paling baru tenar, Sisitipsi, berhasil mencuri perhatian dengan karya-karya eksentrik namun tidak lekang dimakan zaman. Muncul pula Badai Sampai Sore yang mengusung musik Blues yang dipadu padankan dengan musik etnik dengan karya terbarunya yang bertajuk Jangan Marah Bila Kubilang Kau Sakit Jiwa.


BADAI SAMPAI SORE (BSS) terbentuk pada tahun 2013, saat keempat personel BSS yang merupakan mahasiswa Seni Pertunjukan IKJ baru saja menyelesaikan tugas film pendek mereka dengan mengadaptasi naskah drama karya Motinggo Boesje. Bosan bermain drama, keempat mahasiswa ini pun mencoba untuk berkesenian dengan media lain, yaitu musik. Di malam ketika syuting film pendek tersebut selesai, terbentuklah band yang akhirnya diberi nama yang sama dengan judul naskah karya Motinggo Boesje yang baru saja dibuatkan film tersebut. Yaa, judul naskahnya adalah Badai Sampai Sore
Walaupun garis besar genre BSS adalah Pop, tetapi Badai Sampai Sore (BSS) juga seringkali memasuki unsur Blues, Rock, dan juga Tradisional/Etnis, baik dari segi instrumen maupun skala nada. Salah satu yang dijunjung tinggi oleh BSS adalah spirit tinggi tangga nada sunda yaitu, Da Mi Na Ti La Da.


Single Jangan Marah Bila Kubilang Kau Sakit Jiwa terdengar seperti musik indie era 2000an dengan musik yang simple dengan lirik unik. Menurut Unay (vocal/gitar) single ini bercerita tentang seorang temannya yang dianggap gila Oleh sekitarnya, namun Unay justru menanggapi kegilaan itu sebagai sesuatu yang normal. 


Jangan Marah Bila Kubilang Kau Sakit Jiwa sudah dapat didengarkan di berbagai Digital Streaming Platform seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan masih banyak lagi sejak 30 Mei 2020. Video Lyric juga sudah bisa ditonton di Youtube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *