Di Tengah Pandemic, Band Asal Bandung Epigraph Merilis Single Bertajuk Unreal

Bandung – Di tengah merebaknya wabah Covid-19, salah satu band metal asal Bandung Epigraph meluncurkan single yang bertajuk Unreal. Dalam perjalanannya Unreal merupakan sebuah refleksi manusia untuk tetap hidup dalam jati dirinya.

Salah satu Lead Gitar Epigraph Hap-hap mengatakan, Unreal sangat related dengan kondisi saat ini. Apalagi menurutnya wabah tersebut sangat sekali menghancurkan jiwa religius (sampai harus jum’atan ditiadakan sementara), lalu jiwa sosial (sampai harus social distancing).

“Itu sangat menghancurkan. Tapi kagetnya bikin lagu unreal ini emang spontan tanpa tau bahwa wabah ini akan datang dan kebutulan agak related,” katanya.

Hap-hap menjelaskan single tersebut awalnya lahir dari ke khawatiran dirinya terhasut pada realita buruk pergaulan di skena musik. Menurutnya saat ini skena musik selalu identik dengan kenakalan (minum-minum, dan sebagainya).

“Sebetulnya ide unreal ini datang kehidupan saya pribadi. Sering kali realita buruk itu berusaha menghasut pribadi untuk masuk ke dalamnya. Namun alhamdulillah sampai saat ini masih berhasil melawan. Tapi memang sampai saat ini mungkin masih saja realita buruk itu terus meyelinap pelanpelan menghasut untuk masuk ke kehidupan saya,” katanya.

Pihaknya menuturkan secara musikalitas tidak ada perhitungan atau teknik tertentu yang dituangkan di lagu tersebut.

“Memang mengalir gitu aja. Karena secara pengetahuan gitar juga ga begitu tau. Cuman yang ada di kepala aja yang muncul, dan kemudian dituangkan ke dalam instrumen,” jelasnya.

Hal yang sama vokalis sekaligus penulis lirik Iweng menyebutkan, dalam lirik yang disampaikan pada lagu Unreal dirinya ingin mencurahkan dengan sejujurnya. Selain itu ia menginginkan pesan dari Unreal bisa sampai kepada para pendengar.

“Dalam hal ini saya mencoba menerjemahkan apa yang hap-hap rasakan ke dalam lirik Unreal. Maka dari itu dapat kita dengar dalam setiap bait yang dinyanyikan, saya berusaha untuk jelas dalam penyampaian lirik. Semoga single ini bisa menjadi gambaran album kami nanti,” tegasnya.

Selain itu sang penggebug drum Acil mengungkapkan, bahwa sesuatu yang menonjol dari single Unreal tersebut, yakni adanya penajaman konsep & penggambaran materi yang lebih harmonis, kemudian dipadukan dengan beberapa beat yang cepat, serta alur musik yang dinamis namun tetap mampu memberi hentakan.

“Untuk sisi instrumen pada drum, saya pake beberapa pattern yang terinspirasi dari drummer – drummer metalcore kawakan kaya Jordan Mancino (unearth) dan Justin Foley (killswitch engage). Yang saya rasa single ini bisa jadi acuan dan bocoran buat album yang kita garap. Dentuman punk Hardcore juga masih saya sisipkan beberapa buat menambah sisi dinamis lagu,” ungkapnya.

“Harapan saya dengan lahirnya single ini untuk membuktikan eksistensi Epigraph masih survive di genre kita. Selain itu juga buat mengetuk gerbang metal Nasional baik Internasional. Semoga aja single kita ini bisa memberi suntikan semangat musisi lain untuk terus berkarya no matter what,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, seorang bassist Epigraph Ozan Felix menyatakan, dari sisi bass memang single tersebut berbeda dengan lagu yang sebelum-sebelumnya.

“Di single ini saya lebih banyak triplet dan downstroke, itu yang menjadi tantangan bagi saya. Soalnya saya dulu berangkat awalnya dari punk,” paparnya.

Ozan menyakini atas usaha dan doa single tersebut bisa meledak. Selain itu menurutnya dengan adanya Unreal bisa menjadi suatu yg segar di skena underground indonesia metal.

“Memang dimana metal saat ini yang biasanya berpersonilkan om-om itu masih bisa dinikmati, apalagi ini anak-anak muda yang bermain musik metal. Mudah2an akan mengalahkan metalica, amin,” kata Ozan.

Sang Rhytem Gitar Hilmi mengungkapkan ada beberapa kesulitan dalam pengerjaan instrumen. Menurutnya dalam beberapa kali take gitar selalu revisi. Selain itu, lanjut dia, dari segi lirik sama banyak melalui tahap revisi.

“Tapi yang sulit itu pada tahap recording, karena saya pribadi pada saat tahap recording cukup memakan waktu. Saat itu memang pada saat recording kondisi saya juga kurang fit,” katanya.

Hilmi berharap jika single tersebut bisa diterima baik oleh para pendengar. Selain itu pihaknya menginginkan pesan disampaikan di single Unreal bisa sampai dan di terima ke para pendengar

“Semoga single unreal ini bisa menyebar seperti virus corona, dan para pendengar bisa mengambil benang merah dari lagu ini. Selain itu bisa membuat saya pribadi terpacu untuk membuat materi – materi lainnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *