Sunyiruri Gandeng Figura Renata dalam Proyek Album Puitis “Menyanyikan Usman Arrumy”

Tahun 2026 menjadi momen menarik bagi skena musik Indonesia dengan hadirnya proyek kolaboratif bertajuk “Menyanyikan Usman Arrumy”. Proyek ini mempertemukan produser musik muda Sunyiruri—yang dikenal lewat karya-karya folk yang hangat—dengan Figura Renata, yang kini melangkah ke fase baru sebagai solois. Bersama, mereka menghidupkan karya-karya penyair Usman Arrumy ke dalam format musik yang intim dan emosional.

“Menyanyikan Usman Arrumy” merupakan sebuah EP yang merangkum lima puisi pilihan karya Usman Arrumy menjadi komposisi musik bergenre pop folk. Usman Arrumy sendiri dikenal luas melalui esai dan puisi yang telah dipublikasikan di berbagai media serta terangkum dalam sejumlah antologi. Lewat proyek ini, karya-karya tersebut tidak hanya hadir sebagai teks, tetapi juga sebagai pengalaman musikal yang bisa dirasakan secara lebih mendalam.

Perjalanan proyek ini dimulai sejak 2021 hingga 2022, ketika Sunyiruri pertama kali dipertemukan dengan Usman Arrumy untuk menggubah puisi-puisinya menjadi lagu. Dalam proses penggarapannya, sejumlah musisi turut berkontribusi, di antaranya Sugeng Riyadi pada drum, Adjik dan Pribadi Kemal pada keys, serta Satria Abdi pada bass. Kolaborasi ini kemudian berkembang lebih jauh ketika pada tahun 2025, Figura Renata bergabung sebagai vokalis utama, membawa nuansa emosional yang lebih kuat dalam interpretasi lagu-lagu tersebut.

Secara musikal, proyek ini mengusung pendekatan pop folk yang hangat, sederhana, namun tetap kaya rasa. Karakter ini menjadi benang merah yang mengikat Sunyiruri dan Figura Renata, menghadirkan atmosfer yang intim dan reflektif di setiap lagu. Pendekatan ini juga membuat puisi-puisi Usman Arrumy terasa lebih dekat dengan pendengar lintas generasi.

Single pertama dari proyek ini berjudul “Sembahyang”, yang menjadi pintu pembuka dari keseluruhan EP. Lagu ini mengangkat tema hubungan spiritual antara cinta dan ketuhanan. Melalui lirik seperti “aku mencintaimu dalam doa yang memintal semoga bagi amin, di mana membahagiakanmu adalah sembahyang terbaik bagi hidupku”, lagu ini menghadirkan sudut pandang bahwa cinta bisa menjadi bentuk ibadah yang paling personal dan sakral.

Usman Arrumy sendiri menyebut bahwa cinta sering kali menjadi ruang refleksi yang lebih dalam. “Ketika kita mencintai seseorang, terkadang kita sedang mencintai diri sendiri. Dan di sela-sela itu, aku menemukan sedang terhubung terhadap Tuhan,” ungkapnya. Pernyataan ini memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam “Sembahyang” sebagai karya pembuka yang kontemplatif.

Ke depannya, Sunyiruri dan Figura Renata akan merilis empat lagu lainnya secara bertahap setiap minggu. Strategi ini menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berkelanjutan, di mana setiap lagu menjadi bagian dari perjalanan emosional yang utuh dalam lima babak.

Single “Sembahyang” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 17 April 2026. Proyek “Menyanyikan Usman Arrumy” pun diharapkan menjadi salah satu rilisan yang memperkaya khazanah musikalisasi puisi di Indonesia, sekaligus menjembatani dunia sastra dan musik dalam satu karya yang relevan dan menyentuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *